Jumat, 15 November 2013

Cloud Computing


Pengertian

1.      Definisi Cloud Computing
National Institute of Standards and Technology (NIST) mendefinisikan Cloud Computingsebagai sebuah model yang memungkinkan ubiquitas, kemudahan, serta akses jaringan secara on-demand pada sumber daya komputasi (jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi perangkat lunak, dan layanan) yang dapat di-bagi (shared) dan di-konfigurasi (configurable) dengan pengaturan yang mudah.
2.      Karakteristik Cloud Computing
Berikut ini merupakan karakteristik didalam Cloud Computing menurut NISTz:
a)      On-Demand Self Service
Layanan Cloud Computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan.
b)      Resource Pooling
Cloud Computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien.

c)      Broad Network Access
Cloud da diakses dimana pun dan kapan pun selama masih terhubung dengan jaringan layanan Cloud.
d)      Measured Service
Layanan Cloud Computing harus disediakan secara terukur, karena akan digunakan dalam proses pembayaran.
e)      Rapid Elasticity
Layanan pada Cloud Computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan.
3.      Kelebihan Cloud Computing
a)      Pengurangan Biaya Investasi Hardware
Karena dengan menggunakan Cloud Computing, kita tidak perlu membeli hardware komputer, media penyimpanan (hardisk), komputer server, dan membeli software karena semua hal ini telah ada dan terinstall secara online pada saat menggunakan Cloud Computing.
b)      Back up dan Recovery data
Data yang ada akan disimpan pada server penyedia layanan Cloud Computing secara online dan penyedia layanan Cloud Computing memiliki banyak server untuk menghandle usernya sehingga dimungkinkan untuk melakukan back up pada server yang lain.
c)      Dapat Diakses Dimana Saja
Karena Cloud Computing berbasis internet maka personal komputer kita dapat diakses dimanapun dengan menggunakan komputer atau notebook orang lain (lebih memudahkan dalam proses penggunaan secara mobile).
d)     Tidak Terbatasnya Penyimpanan
Selain telah menyediakan “hardisk” secara online yang dapat kita gunakan untuk menyimpan data, “hardisk” ini juga dapat diatur kapasitasnya (ditambah atau dikurangi) sesuai dengan kebutuhan kita.
Namun hal ini akan mempengaruhi seberapa besar biaya yang kita keluarkan dalam menggunakan layanan ini (harga sewa tergantung apakah lebih tinggi atau lebih rendah sesuai kebutuhan).
e)      Tidak Perlu Khawatir Terhadap Software
Sistem Operasi yang digunakan didalam Cloud Computing akan secara otomatismemberikan bebarapa software yang sebelumnya telah kita pesan sesuai kebutuhan kita  seperti word prosessor, presentation, video, image, PDF, RSS Reader, musik, dan lainnya.
Selain itu pula kita tidak perlu memikirkan kembali apakah lisensi software yang kita gunakan asli atau tidak karena hal ini sudah dilakukan oleh pihak penyedia layanan Cloud Computing sehingga kita hanya menggunakan software tersebut.
4.      Kekurangan Cloud Computing
Adapun kekurangan didalam penerapan Cloud Computing adalah sebagai berikut:
a)      Service level
Kemungkinan akan adanya service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi Cloud provider  ini meliputi, data protection dan data Recovery.
Didalam menerapkan Cloud Computing sangat dibutuhkan bandwith internet yang cepat dan stabil, hal ini masih sngat sulit diterapkan diIndonesia. Dalam kata lain masalah ini ada dalam penanganan kegagalan dalam segi jaringan internet, misalnya internet yang kita gunakan sedang down ataukah internet server Cloud Computing yang down maka kita tidak bisa menggunakan komputer sama sekali karena Cloud Computing ini berbasis internet, mungkin bagi perusahaan besar hal ini bisa ditangani dengan menggunakan internet service provider lain sehingga jika terjadi error pada internet service provider yang digunakan dapat dialihkan ke internet service provider lain tapi bagaimana dengan masyarakat personal yang hanya menggunakan satu internet service provider
b)      Masalah Interoperabilitas
Hal ini terkait mengenai kemampuan komunikasi antar sistem, jika misalnya menggunakan Microsoft Azure (Cloud Computing milik Miscrosoft), bagaimana format penyimpanan data yang digunakan dan apakah format data ini bisa dibuka jika menggunakan Cloud Computing lainnya (misal Chromium OS) dan apakah semua aplikasi yang ada sudah mewakili penggunaan komputer user.
c)      Privacy
Yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama,
d)     Compliance
Yang mengacu kepada resiko adanyapenyimpanganlevel compliancedari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user.
e)      Data ownership
Hal ini mengacu kepada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam Cloud, dan apabila hal ini diterapkan diperusahaan/individu akan terdapat kemungkinan kehilangan kontrol atas data perusahaan mereka/individual dan hal ini sangat merugikan perusahaan/pribadi. Hal ini terjadi karena jika telah menerapkan Cloud Computing maka hardisk komputer/server lokal yang bisaanya digunakan untuk penyimpanan data perusahaan/pribadi akan beralih ke penyimpanan hardisk penyedia layanan Cloud Computing.
Pada dunia maya kerap kali terjadi tindak kejahatan (cyber crime) seperti misalnya pencurian data. Pada saat menggunakan Cloud Computing maka data pengguna akan tersimpan di “hardiskCloud Computing secara online, ini memungkinkan terjadinya pencurian data sehingga perlu dipertanyakan bagaimana tingkat kemanan dari sistem jaringan Cloud Computing.
f)       Data mobility
Yang mengacu pada kemungkinan share data antar Cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan Cloud Computing.
g)      Biaya Layanan
Bagi perusahaan besar mungkin saja penerapan Cloud Computing cocok diterapkan karena dapat menghemat dana perusahaan di bidang IT untuk penggadaan komputer, server, OS, software, staff IT, dan lainnya karena dengan Cloud Computing kita hanya membayar apa yang telah kita gunakan (software dan penyimpanan yang digunakan) dan hal ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut jadi dimungkinkan perusahan untuk membayar lebih murah jika menggunakan Cloud Computing. Hal ini berbeda jika Cloud Computing digunakan secara personal pada masyarakat kebanyakan karena penerapan Cloud Computing bisa saja menjadi lebih mahal dibandingkan dengan membeli dan menggunakan OS, software, dan membeli hardware komputer, selain itu saat ini sudah mulai banyak OS dan software yang bersifat opensource yang dapat menjadi alternative.
 
5.      Layanan Didalam Cloud Computing

a)      Software as a Service (SaaS)
SaaS ini merupakan layanan Cloud Computingyang paling dahulu populer.Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider).Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan.Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi.
Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan.Hanya saja dengan konsep SaaS ini, pelanggan tidak memiliki kendali penuh atas aplikasi yang mereka sewa.Hanya fitur-fitur aplikasi yang telah disediakan oleh penyedia saja yang dapat disewa oleh pelanggan.
Dan karena arsitektur aplikasi SaaS yang bersifat multi tenant, memaksa penyedia  untuk hanya menyediakan fitur yang bersifat umum, tidak spesifik terhadap kebutuhan pengguna tertentu. Meskipun demikian, kustomisasi tidak serta-merta diharamkan, meskipun hanya untuk skala dan fungsi yang terbatas.
Tapi dengan berkembangnya pasar dan kemajuan teknologi pemrograman, keterbatasan-keterbatasan itu pasti akan berkurang dalam waktu tidak terlalu lama. Untuk contoh layanan SaaS, tentu saja kita harus menyebut layanan CRM online Salesforce.com–yang dikomandai Marc Benioff dan telah menjadi ikon SaaS ini.
Selain itu Zoho.com, dengan harga yang sangat terjangkau, menyediakan layanan SaaS yang cukup beragam, dari mulai layanan word processor seperti Google Docs, project management, hingga invoicing online. Layanan akunting online pun tersedia, seperti yang diberikan oleh Xero.com dan masih banyak lagi.IBM dengan Lotuslive.com nya dapat dijadikan contoh untuk layanan SaaS di area kolaborasi/unified communication.
Perusahaan-Perusahaan di bawah ini merupakan perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai perusahaan yang menyediakan SaaS sebagai bisnis mereka.Perusahaan dikenakan biaya pelanggan dan biaya berlangganan.
1)        Salesforce .com (CRM)
2)        Google (GOOG)
3)        Netsuite (N)
4)        Cordys
Sedangkan perusahaan-perusahaan berikut sudah membenttuk diri sebagai penyedia perangkat tradisional. Perusahaan-perusahaan ini menjual lisensi kepada penguna mereka, yang kemudian menjalankan perangkat lunak dari server premis.
1)        SAP AG (SAP)
2)        Oracle (ORCL)
3)        Blackbaud (BLKB)
4)        Lawson Software (LSWN)
5)        Blackboard (BBBB)
b)      Platform as a Service (PaaS)
Seperti namanya, PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai  yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. PaaS memfokuskan aplikasi dimana developer tidak usah memikirkan tentang hardware dan tetap fokus pada application development-nya tanpa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainnya.Pengembang membuat aplikasi pada platform penyedia melalui Internet. Penyedia PaaS dapat menggunakan API, portal situs web atau perangkat lunak gateway diinstal pada komputer pelanggan. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django.
Kemudian Salesforce juga menyediakan layanan PaaS melalui Force.com, menyediakan modul-modul untuk mengembangkan aplikasi diatas platform Salesforce yang menggunakan bahasa Apex.Dan mungkin yang jarang sekali kita ketahui, bahwa Facebook juga bisa dianggap menyediakan layanan PaaS, yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi diatasnya. Salah satu yang berhasil menangguk untung besar dari layanan PaaS Facebook adalah perusahaan bernama Zynga, yang tahun lalu saja berhasil meraup keuntungan bersih lebih dari US$ 100 juta, lebih besar dari keuntungan yang didapat oleh Facebook sendiri. Aplikasi ini adalah Farmville yang cukup popular di Facebook.
Berikut ini merupakan nama perusahaan dan platform mereka;
1)        Google (GOOG) – Apps Engine
2)        Amazon.com (AMZN) – EC2
3)        Microsoft (MSFT) – Windows Azure
4)        SAVVIS (SVVS) – VPDC Symphony
5)        Terremark Worldwide (TMRK) – The Cloud Enterprise
6)        Salesforce.com (CRM) – Force.com
7)        NetSuite (N) – Suiteflex
8)        Rackspace Cloud – Cloudservers, Cloudsites, Cloudfiles
9)        Metrisoft – Metrisoft Platform SaaS
10)    Oracle SUN link langsung
11)    Cordys Proses Pabrik – Platform Enterprise Cloud
c)      Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan  yang “menyewakan” sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya.
Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi.
Perbedaan mendasar dengan layanan data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis. Salah satu pionir dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic ComputingCloud).
Layanan Amazon EC2 ini menyediakan berbagai pilihan persewaan mulai CPU, media penyimpanan, dilengkapi dengan sistem operasi dan juga platform pengembangan aplikasi yang bisa disewa dengan perhitungan jam-jaman. Untuk di dalam negeri sendiri, rencananya ada beberapa provider yang akan menyediakan layanan sejenis mulai  pertengahan tahun ini.
Contoh lain dari IaaS adalah :
1)        Google (GOOG) – Manage Hosting.
2)        International Business Machine (IBM) – Managed Hosting.
3)        SAVVIS (SVVS) – Managed Hosting dan Cloud Computing.
4)        Terremark Worlwide (TMRK) – Managed Hosting.
5)        Rackspace Hosting (rax) – Managed Hosting dan Cloud Computing.
6.      Tipe-Tipe Penerapan (Deployment) Dari Layanan Cloud Computing
Tipe-tipe penerapan dalam layanan Cloud Computing dibagi menjadi empat jenis penerapan diantaranya adalah sebagai berikut:

a                   Private Cloud
Di mana sebuah infrastruktur layanan Cloud, dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi  tertentu. Infrastruktur Cloud itu bisa saja dikelola oleh si organisasi itu atau oleh pihak  ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Bisaanya organisasi dengan skala besar  saja yang mampu memiliki/mengelola private Cloud ini.
b                     Community Cloud
Dalam model ini, sebuah infrastruktur Cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat  keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya.  Jadi, Community Cloud ini merupakan “pengembangan terbatas” dari private Cloud. Dan sama juga dengan private Cloud, infrastruktur Cloud yang ada bisa di-manage oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga.
c                   Public Cloud
Sesederhana namanya, jenis Cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia  layanannya. Layanan-layanan yang sudah saya sebutkan sebelumnya dapat dijadikan  contoh dari Public Cloud ini.
d                   Hybrid Cloud
Untuk jenis ini, infrastruktur Cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur Cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas  mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme  yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar Cloud itu. Misalnya, mekanisme load balancing yang antarCloud, sehingga alokasi sumber daya bisa dipertahankan pada level yang optimal.



























0 komentar: