Kamis, 28 November 2013

VOIP (Voice over Internet Protocol)

   
 Di era abad komunikasi seperti sekarang ini, faktor demografis dan bentangan jarak tidak lagi menjadi halangan untuk terwujudnya sebuah komunikasi yang melibatkan para komunikator di tempat-tempat yang saling berjauhan. Yang diperlukan hanyalah adanya koneksi dan beberapa device komunikasi seperti pesawat telepon, yang telah banyak dikenal oleh masyarakat kita. Beberapa provider yang ada di tanah air telah membangun infrasturktur sistem komunikasi di negeri ini, tetapi mereka juga tentunya mempunyai kepentingan yang salah satunya “profit oriented” oleh karena itu tentunya mereka juga membebankan tarif pada para pengguna jasa telekomunikasi. Kita tahu bahwa memang biaya implementasi jaringan dan teknologi yang diterapkan untuk terciptanya jaringan telekomunikasi cukuplah mahal, oleh karena itu biaya dari komunikasi saat ini yang kita kenal dengan biaya pulsa juga akan menjadi relatif mahal. Banyak strategi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya pulsa yang cukup mahal tersebut,tentunya dengan teknologi yang ada dan kondisi-kondisi tertentu yang harus dipenuhi.
APA VOIP ITU?
VoIP adalah singkatan dari Voice over Internet Protocol. Sering kita kenal dengan istilah Internet telephony, IP Telephony, atau Digital Phone. Proses pengiriman suara pada VoIP adalah dengan cara pengiriman suara melalui protokol internet (IP). Sehingga dengan teknologi VoIP ini memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telephone biasa (Diunduh dari Wikipedia).
   Voice Over Internet Protocol atau biasa juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet Telephony atau Digital Phone merupakan teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media Internet (IP). Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paketpaket data, dan bukan melalui sirkuit analog telepon biasa. Jadi VoIP itu adalah suara yang dikirim melalui Internet Protokol (IP). Ada beberapa hal yang harus yang harus dipahami dalam implementasi VoIP, diantaranya :
1. VoIP Signaling Gateway Protocol
Merupakan protocol gateway yang bertugas membagi VoIP signal ke dalam
bentuk frame data dan menyimpannya dalam bentuk voice packet, serta
melanjutkan pengiriman voice packet mempergunakan protocol gateway
yang mampu mengirim multimedia data packet.
Ada beberapa VoIP Signaling Gateway Protocol yang biasa dipergunakan,
diantaranya :
·          H.323 : H.323
·          Megaco H.248 : Gateway Control Protocol
·          MGCP : Media Gateway Control Protocol
·          RVP over IP : Remote Voice Protocol Over IP
·         SAPv2 : Session Announcement Protocol
·         SDP : Session Description Protocol
·         SGCP : Simple Gateway Control Protocol
·         SIP : Session Initiation Protocol
·         Skinny : Skinny Client Control Protocol (Cisco)

2. VoIP Media Protocol
Merupakan protocol yang bertugas melakukan konversi dan dekompresi media ke dalam format tertentu yang dibutuhkan oleh VoIP Signaling. Protocol ini harus memiliki kemampuan untuk melakukan proses Audio, Video dan T.120 (Multipoint Data Conferencing and Real Time Communication Protocols) dengan berbagai kombinasi dan mampu melakukan penterjemahan media secara full duplex.Ada beberapa VoIP Media Protocol yang biasa dipergunakan, diantaranya :
·         DVB : Digital Video Broadcasting
·         H.261 : Video stream for transport using the real-time transport
·         H.263 : Bitstream in the Real-time Transport Protocol
·         RTCP : RTP Control Protocol
·         RTP : Real-Time Transport
3. VoIP Audio Codec
Paket data yang dikirimkan melalui IP diperlu dikompresi dengan tujuan agar packet data Audio bisa sampai ke tempat yang dituju dengan baik, dengan delay yang tidak terlalu tinggi. Ada beberapa VoIP Audio Codec yang biasa dipergunakan, diantaranya :
·          DoD CELP - 4.8 Kbps
·         GIPS Family - 13.3 Kbps and up
·          iLBC - 15 Kbps, 20ms frames / 13.3 Kbps, 30ms frames
·          ITU G.711 - 64Kbps (a.k.a. alaw / ulaw)
·          ITU G.722 - 48 / 56 / 64 Kbps
·          ITU G.723.1 - 5.3 / 6.3 Kbps, 30ms frames
·          ITU G.726 - 16 / 24 / 32 / 40 Kbps
·          ITU G.728 - 16 Kbps
·          ITU G.729 - 8 Kbps, 10ms frames
·          LPC10 - 2.5 Kbps
·          Speex - 2.15 to 44.2 Kbps, Free Open-Source codec
Untuk mendirikan VoIP Signaling dan VoIP Media, maka harus mendirikan VoIP Server, diantaranya adalah :
·          Asterisk
·          Briker (base Asterisk)
·          Linux LiveCD VoIP Server
·          3CX Phone System for Windows
·          ceWarp VoIP SIP Server
·          miniSipServer
·          FreeSentral
Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan dan dikirimkan melalui  jaringaninternet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan. Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi bukan Cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating) atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunikasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.
2.Tujuan Pemakaian VoIP
Banyak sekali perusahaan-perusahaan dalam menjalankan aktifitas kegiatan komunikasinya mempergunakan teknologi VoIP, terutama perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak cabang dibeberapa tempat yang berbeda lokasi yang sangat berjauhan bahkan berbeda negara. Dengan komunikasi menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya  adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon yang biasa dipergunakan, karena jaringan IP bersifat global,se hingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang dimana saja dengan mempergunakan hotspot dan bisa diakses dengan perangkat smartphone yang mendukung aplikasi VoIP client. Tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).
Perbandingan VoIP dengan jaringan suara konvensional
      Pada jaringan suara konvesional, pesawat telepon langsung terhubung dengan PABX (Privat Automated Branch Exchange). Sedangkan pada operator telepon, seperti PT Telkom, maka pesawat telepon terhubung langsung dengan STO (Sentral Telepon Otomat) terdekat. Di dalam STO ini terdapat daftar nomor-nomor telepon yang disusun secara bertingkat sesuai dengan daerah cakupannya. Jika seseorang ingin menghubungi rekan yang lain maka ia menekan tuts pesawat telepon dan penekanan tuts tersebut akan menginformasikan lokasi yang dituju melalui nada-nada tertentu (http://id.wikipedia.org), kemudian jaringan akan secara otomatis menghubungkan kedua titik tersebut.
Berbeda dengan jaringan suara konvensional, pada jaringan VoIP, setiap user yang ingin berkomunikasi haruslah memiliki koneksi ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan mikrofon, dan aplikasi client user yang berupa perangkat lunak tertentu, maka komputer dapat saling terhubung dalam koneksi VoIP antara satu dengan yang lainnya. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Namun penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Bayangkan apabila kedua lokasi yang terkoneksi memiliki jarak yang cukup jauh (antar kota, antar pulau ataupun antar negara) maka dapat dilihat keuntungan dari segi biaya. Karena kedua pihak hanya cukup membayar biaya koneksi internet saja, yang tentunya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI).
Keuntungan VoIP
·         Biaya yang rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Karena penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Untuk dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Bagi perusahaan sudah mempunyai infrastruktur jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Karena tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara VoIP.
  • Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice, sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Dapat digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa.
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar.
• Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset.
  

0 komentar: