Senin, 27 November 2017

Pebisnis Raksasa VS Pebisnis Online Kecil

Bisnis Online bila kita flashback kebelakang mungkin sangat besar geliatnya. Bahkan pebinis online perseorangan mampu menghasilkan hingga milyaran. Tools semacam aplikasi sosial media makin mbanyak dan marak. Sepakat yaa!
Nahhh...potensi kompetiter kita kan semakin banyak.. Loh kenapa?
Bahwa jumlah pengguna sosial media makin hari makin banyak. Akun baru yang muncul dala setiap hari makin banyak..setiap pengguna mulai sadar tentang potensi atau peluang yang ada di bisnis lewat online.Tak ayal lagi mereka beramai-ramai bikin akun jualan. Salah?

Bisnis online tanpa kalao boleh dibilang dengan modal kecil akan bisa dijalankan apalagi jika dengan modal.Tapi bisa menghasilkan banyak uang... eh Uang ... ga masalah kan ? jheheh.

ERA MARKETPLACE
Online shop atau toko online ini sebuah peluang? Bisa juga..
Ini sebuah ancaman buat pebinis online perseorangan ? Bisa Juga
Ini Peluang pebisnis dengan modal besar dan pemilik modal besar? Bisa juga
Apa keuntungan Kita?
Apa kerugian buat kita?
Kita harus bagaimana?
Amazon mungkin merukan PIONER di online shop disaat menganggap bahwa bisnis online atau jualan secara online sia sia dan gila. Namun amazon.com dengan penuh keyakinan tetap menjalankan bisnisnya secara online.
Apa yang Terjadi sekarang..BAnyaaaak sekali bisnis serupa dan makin hari makin bertambah.
Ada yang dari perseorangan membuat sebuah online shop , ada yang dari coorprate dengan modal besar membuat toko online besar. Ada yang dari Toko offline yang besar.
Sebut saja sekarang ada LAZADA,TOKOPEDIA,OLX dan lainnya.
Mungkin banyak juga Olshop olshop kecil perorangan dan itu namun tidak kelihatan. Akan tetapi Branding dan trust nya kadan tidak terlalu keliatan. Beda dengan Olshop yang sudah Raksasa yang sudah di biayai oleh pebisnis besar. 
Berat memang untuk melawan olshop besar. Dimana merekapun sekarang telah menggratiskan onkos kirim...Ngeriiii buat yang kecil seperti olshop kecil dan olshop perorangan.

ANCAMAN BISNIS ERA SOSMED
Jangan terlalu paranoid atau serem ya bacanya hehe.. Sosial media kini sudah menjadi lahan media bisnis yang menjajikan, tidak hanya Bisnis secara digital maupun bisnis niaga barang barang non digital.
Banyak peluang dan banyak ancaman dengan munculnya olshop olshop Besar yang menyediakan "Toko toko gratis didalamnya" tanpa harus punya modal tapi bisa punya toko online di olshop kelas kakap. Bagaimana yang melakukan bisnis secara organik tanpa tools di sosial media?
Memang sedikit ancaman, pemilik olshop dengan modal sosmed mesti harus banyak inovasi. Meningkatkan trafik dan inovasi bisnis yang lain. Atau dengan bantuan tools lain.
Apalagi di Olshop olshop sudah mulai free ongkir. sebagai bisnis deng media Sosmed atau perorang tentu harus punya strategi juga karena kadang dengan Ongkir yang sedikit tinggi orangan mundur untuk beli.
Nah pelaku bisnis olshop dan perorangan bisaa ga? Untuk mengelola produk dan harga sehingga kalao mesti free ongkir, margin nya dapat engga ?

ANCAMAN PEBISNIS KAKAP
Bukan Tak mungkin ya kalau pebisnis Besar di offline akan merambah ke dunia online, dimana segmen mnengahnya belum banyak yang mengisi. Karena butuh moala besar.
Nah disitulah Pemain dengan modal besar masuk.
Mungkin ini bisa saja terjadi dimana penjual perorang atau sosmed kelaka hanya akan menjadi usaha usaha kecil. Seperti halnya Toko toko kecil konvensioal yang tergerus dan menyepi karena sudah kebanyakan orang belanja di  ma mini market, supermarket dan Mall .
 Sama halnya  dengan bisnis online.Jika tidak berinovasi maka dunia online cepat atau lanbat kita sebagai pebisni Onlie.
Bukan tak mungkin jika suatu saat kita di dunia online bisnis ,kita jualan kita. Hanya seolah menjadi toko toko kecil di Kampung kampung ,
Namun apapun peluangnya , apapun ancamannya harus kita hadapi.
Semoga bermanfaat yaa. 

0 komentar: