Kamis, 15 November 2018

Evolusi Tekhnik Penjualan

Bismillah, sahabat Bloger dan netizen untuk kali ini kita akan bahas mngenai evolusi penjualan, kita semua tahu bahwa dengan perkembangan teknologi informasi, dunia penjualan berubah, sistem penjualan di sekitar tahun 1988 dibeberapa perusahaan ataupun personal masih menggunakan pola lama yaitu hard selling.

Walaupun sebetulnya di beberapa negara sudah mulai bergeser dan mulai adanya e commerse. dimana  mulai pada tahun 2000an mulai menggeliat e commerse. Di Indonesia penjualan dimana aktifitas jual beli yang saling tatap muka antar penjual dan pembeli. Tapi pergeseran dunia penjualan yang ditunjang berkembangnya dunia teknologi informasi maka teknik penjualan mengalami evolusi yang sangat cepat.

Dimana pembeli pun tidak harus bertatap muka dengan penjualnya atau sebalik nya. Kalau istilah kerennya jual beli secara langsung "Direct Selling".
Nah lalu apa itu DS atau Direct selling ?
Yaitu suatu aktivitas / kegiatan melakukan penawaran langsung kepada calon pembeli kita, bisa dengan teknik yang berbeda beda.

Nah lalu kalau di atas tadi ada istilah cara penjualan langsung atau DS [Direct Selling] terus kalau penjualan tidak langsung bagamana?  Penjualan tidak langsung bisa melalui sosial media, marketplace, dan telephone atau lebih dikenal Telemarketing.

Pada dasarnya Penjualan itu dibagi menjadi 2 :

1. Hard Selling
2. Soft Selling
 Nah yuk kita bahas secara singkat teknik penjualan ini agar setidaknya kita jelas dan paham, nantinya mana yang lebih efektif metode atau teknik penjualan yang sesuai dengan jaman Now.

HARD SELLING
Teknik penjualan Hard Selling adalah merupakan  teknik yang sering sekali digunakan oleh para tenaga penjual atau pada umumnya, karena mereka ingin hasil yang cepat tanpa harus memperdulikan apa yang sebenarnya dibutuhkan atau diinginkan oleh calon pelanggan mereka.
ini yang kadang untuk era sekarang sudah mulai kurang disukai.

Jadi HARD SELLING : singkatnya sebuah teknik penjualan oleh para tenaga penjual dengan teknik
menawarkan barang secara langsung.
Nah saya contohkan begini :
" Pak Perkenalkan saya X dari Perusahaan PT ABCD ingin menawarkan produk XYZ"
Untuk jaman Now rasa rasanya orang akan risih dan cenderung tidak mau dijuali dan ada kecenderungan akan menolak.
Tapi untuk jaman dulu atau jaman old teknik ini masih oke karena perkembangan teknologi belum seperti sekarang dulu orang tanpa smartphone dan transaksi harus tatap muka.
Namun untuk saat ini sudah sangat maju dimana semua orang bisa berinteraksi secra mudah dan semua akses informasi bisa didapat secara mudah dalam genggaman.

Kita tahu bahwa sekarang  Indonesia juga sedang marak oleh revolusi Industri 4.0
Maka informasi yang didapat sangat mudah, bahkan sebenarnya kita dibanjiri oleh informasi.
Informasi tersebut karena sangat banyak, maka otak kita tidak memfilter nya menjadi sebuah kebenaran atau kesalahan, semuanya dianggap masih benar. Dana dunia e commerse dan e bisnis sudah sangat pesat sekali. Dimana aktifitas penjualan dan bisnis dilakukan secara online. Dan orang sangat mudah mendapatkan informasi dan mudah pula melakukan transaksi.

Baik kita lanjutkan bahasan kita selanjutnya yaitu Soft Selling

SOFT SELLING
Soft Selling adalah Teknik penjualan yang  dengan cara  membujuk, namun tidak sekedar membujuk tapi  menggoda calon pembeli agar mau membeli dari kita lebih banyak dan lebih sering.

Soft Selling mulai dikenalkan atau sudah terlihat bentuknya pada sekitar tahun 1988, dimana penjualan untuk kepada calon pembeli sudah menggunakan framework.

Membujukpun ditunjang dengan otoritas Anda jika otoritas kurang Kuat yang pembeli atau calon pembeli akan berubah pikiran.
Tapi kalau yag membujuk otoritasnya kuat justru kita yang akan mengejar-ngejar.
Banyak yang dilakukan teknik penjualan dengan softseliing diantaranya dengan cara story telling, covert selling.

Jadi dengan kata lain menawarkan produk seolah tidak menjuali. Yaitu dengan mengeduksi calon pembeli juga bisa dengan cara membujuk secara positif.

Saya rasa tulisan saya sudah cukup panjang ni..yaa. Kita lanjut nanti setidaknya sudah tahu ya apa itu Hardd selling dan Soft selling. semoga ini mencerahkan dan bisa menjadi langkah strategi jualan.
Terima kasih semoga manfaat.



0 komentar: