Rabu, 22 Desember 2021

"Ledakan Story" di era Digital

 


Bicara tentang story yuk kita review dan kita tinjau lagi ya gaes. Kadang Kita menghabiskan waktu sampai beberapa jam untuk melihat atau menikmati sebuah film maupun drama. Atau kadang kita rela merogoh kocek mahal hanya untuk melihat sebuah film atau sekedar berlangganan untuk sebuah film di Netfix atau penyedia film lainnya.

Dari sini kita tahu kan betapa beratinya sebuah story atau cerita entah bentuknya film atau drama taupun sebuah konten story. Bahkan saat ini pun orang mau menyampaikan sesuatu akan lebih banyak orang tertarik dalam bentuk cerita atau story. Bahkan diera sekarang ini dimana era kita itu kebanjiran Informasi seperti yang diungkap oleh Bill Kovach dan Tom Rosintiel yang dijuluki bapak jurnalis Modern, dibuku berjudul Blur (2011) yang menyebutkan the age of information overload- yaitu era banjir informasi.

Tidak gampang menyampaikan pesan saat ini hingga benar benar sampai audiens, orang atau generasi sekarang lebih suka pesan dalam bentuk story. Dan diera yang sudah banyak sekali informasi saat ini yang berseliweran. Yang akhirnya Story telling, menjadi alternatif saat ini. Jadi Kalau zaman dahulu seorang guru dan pendidik menyampaikan materi dan pelajan tertentu dengan cara bercerita dan mendongeng untuk menyampaikan pesan. Barangkali saat ini era modern dan era informasi Story telling ini akan kembali disukai.

Pertanyaanya kenapa story telling? ya sebetulnya sih sederhana saja karena semua orang suka cerita dan sedari kecil kita banya dengar tentang sesuatu dari cerita orang tua kita. Dan cerita mempunyai kekuatan mengikat audiens. Coba kita perhatikan iklan sekarang konten nya dalam konsep bentuk cerita dan itu menjadi lebih menarik.

Banyak sekali para digital marketer yang mulai sadar dan mengubah strategi postinganya dengan mengubah postingan penawaran dan iklannya dalam bentuk cerita. Beberapa hari yang lalu saya nyimak youtubenya DS atau deny Santosa seorang praktisi dan penulis buku Digital Mrketing yang berbagi cerita, bahwa pernah memposting diinstagram tentang konten penawaranya tapi yang like dan view hanya ribuan namun begitu diubah dalam bentuk story, terlanyata melampui target hingga respon interaksinya samapai puluhan ribu hingga mendekati ratusan Ribu.

Ini membuktikan bahwa storytelling, sangat besar sekali konversinya. So sekarang eranya Story, kita juga tahu di sosmed FB pun telah lama ada Fitur story, IG dan WA. Robert MCkee seorang penulis skenario di Amerika, mengatakan bahwa cerita memiliki kekuatan menggerakan orang. MCkee selalu menjadi rujukan bagi para pengelola merek ketika ingin membuat brand story.

Cerita atau story itu mampu menarik perhatian, sebuah kisah atau cerita mampu mengkomunikasikan makna.Yang terpenting sebuah story yang Hebat mampu menginspirasi audiensnya. Ingat era sekarang orang disuka lagi di gurui. Bercerita adalah metode yang sangat pas, karena dengan metode bercerita menjadi metode yang tidak menggurui audiens. Bahkan cerita mempunyai kekuatan meyakinkan disaat sekarang iklan banyak dan orang sudah jengah dengan iklan maka story menjadikan posisi yang bisa dianggap bisa meyakinkan.

Semoga bermanfaat.

 

0 Comments: